Langsung ke konten utama

Penjelasan Masalah Bid'ah


Ustadz, saya kurang jelas tentang masalah bid’ah, yang jadi pertanyaan saya bagaimana bentuk dan ciri-ciri bid’ah itu dan apa contohnya?

Pengertian bid’ah menurut bahasa berarti sesuatu yang baru, mengadakan sesuatu yang belum ada dan tidak ada contohnya. Sedangkan terminologi bid’ah secara istilah ialah suatu cara dalam melaksanakan ibadah ritual (ta’abuddi) yang dibuat-buat dan seolah-olah merupakan ketentuan syari’ah serta dilakukan dengan maksud untuk beribadah kepada Allah SWT (al-I’tidam I hal 36). Dalam redaksi yang lebih sederhana, syaikh Ibnu Baz mendefinisikan bid’ah sebagai segala kegiatan ibadah yang diada-adakan oleh manusia tetapi tidak ada asalnya dari al-Qur’an maupun as-Sunnah. (Ad-da’wah no 1344).
Bid’ah adalah perbuatan tercela dan merupakan kesesatan dalam pengamalan ibadah, sebagaimana ditegaskan oleh Nabi SAW: “Sesungguhnya sebaik-baiknya berita adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat”. (Shahih Muslim I hal 380, hadits no 867 dan Sunan Ibnu Majah I hal 17 hadits no 45). Setiap muslim wajib menghindari perbuatan bid’ah dan berpegang teguh pada sunnah Nabi SAW. “Hendaklah kalian menjauhi perkara-perkara baru yang diada-adakan (bid’ah), karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah itu sesat dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di neraka”. (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan an-Nasa’i).
Berdasarkan penjelasan diatas, maka mudah untuk mengenali suatu perbuatan itu ibadah (sunnah) atau bid’ah, yakni dengan mengetahui landasan dalil (argumentasi) yang mendasarinya. Bila perbuatan tersebut memiliki landasan dalil yang shah, maka ia adalah ibadah. Sedangkan bila tidak berdasarkan dalil, pastilah ia bid’ah. Hal ini berkaitan dalam masalah ritual ibadah (ta’abuddi) seperti shalat, shaum, haji dan sebagainya, bukan dalam masalah diluar ibadah (mu’amalah, iqtishadi, da’wah, jihad dan sebagainya).
Karena itu, wajiblah bagi setiap muslim yang hendak melakukan ibadah mengetahui dalil yang melandasi kegiatan ibadah yang akan dilakukannya. Wajib pula bagi setiap muslim meninggalkan segala perbuatan yang dianggap ibadah namun tidak ada dalil yang sah melandasinya. Wallahu’alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolehkah Menjama' Sholat Ashar dan Maghrib?

Ustadz apakah shalat Ashar bisa dijama’ dengan shalat Maghrib. Soalnya saya pernah terlambat shalat Ashar sedang di perjalanan memasuki maghrib. Menjama’ atau melaksanakan dua kewajiban shalat pada satu waktu merupakan keringanan ( rukhsah ) yang diberikan Allah SWT atas kaum muslimin, sekaligus menjadi salah satu bukti keluwesan Islam dan kemudahan hidup di dalam aturan Islam. Keringanan untuk menjama’ shalat ini diantaranya diberikan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan ( musafir ). Cara pelaksanaan shalat jama’ ini bisa dilakukan dengan jama’ taqdim atau jama’ ta’khir . Jama’ taqdim ialah melaksanakan dua shalat pada waktu shalat yang awal yakni dengan menarik waktu shalat berikut ke waktu awal, misalnya melaksanakan shalat ashar ke waktu dzuhur. Sedangkan jama’ takhir ialah melaksanakan dua shalat pada waktu shalat yang akhir atau mengerjakan shalat awal ke waktu shalat berikutnya, misalnya melaksanakan shalat dzuhur ke waktu ash...

Makna Hikmah dalam Da'wah

Ustadz, saat ini bermunculan gerakan da’wah yang mengedepankan kekerasan, bahkan tidak sungkan-sungkan menghujat ulama lainnya, padahal bukankah da’wah harus dengan hikmah dan lemah-lembut? Bagaimana pendapat ustadz? Dakwah Islam harus dilakukan dengan hikmah, hal ini ditegaskan Allah SWT, diantaranya dalam firmanNya: “ Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl: 125). Secara bahasa, pengertian hikmah ialah pengetahuan mengenai sesuatu yang paling baik dengan landasan ilmu yang terbaik”. (Lisanul Arab jilid 12 hal 140). Sedangkan kata hikmah di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah memiliki makna yang beragam, tidak kurang dari dua puluh makna. Imam Ibnul Qayyim berkata: “Pendapat yang paling baik tentang hikmah adalah pendapat Mujahid dan Malik. Hikmah adalah pengetahuan tentang kebenaran dan pengamalannya, ketepatan dalam perkataan dan perbuatan. Hal ini tidak bisa dicapai kecuali dengan...

Mengolok-olok Ulama

Dalam beberapa tayangan televisi, ulama dan tokoh agama tidak jarang jadi bahan lawakan dan olok-olok. Bagaimana menurut ustadz? Kedudukan ulama di dalam Islam sangatlah terhormat. Betapa banyak nash yang menggambarkan kemuliaan orang-orang yang mempelajari Islam dan mengajarkannya. Ketinggian derajat ulama, diantaranya disebutkan langsung pada ayat berikut: “ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadilah 11). Diantara kemulian ulama, ialah mereka menjadi tempat rujukan bagi ummat untuk meminta fatwa dan penjelasan atas berbagai permasalahan dalam agama ini. “Maka bertanyalah kepada ahladz dzikr jika kamu tidak mengetahui”. (QS. An-nahl: 43). Ahludz dzikr ialah ulama, yaitu mereka yang memahami dan mendalami al-Qur’an dan as-Sunnah. Ulama pun disebut pewaris para nabi, karena hidup mereka diabdikan untuk menegakkan Islam, da’wah ke jalan...